THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Senin, 18 Mei 2009

TUTORIAL DHCP

Sebelum kita menginstall DHCP di Redhat, pastikan kita sudah masuk pada super user (Root) setelah itu kita cek dulu apakah DHCPnya sudah terinstall. untuk mengecek bisa kita gunakan perintah:

[root@senopurwo]#rpm -qa|grep dhcp

atau kita juga bisa menggunakan perintah

[root@senopurwo]#rpm dhcp -qa|more

Jika tampil file - file dhcp maka DHCP tersebut sudah terinstall, tapi jika tidak tampil apa - apa berarti DHCPnya belum terinstall.
Untuk menginstall DHCP sendiri ada 2 cara. Yaitu bisa kita install langsung dari cd RedHat nomor 2 atau kita download dulu file DHCP dari internet. Jika kita menggunakan cd formatnya adalah .rpm dan kalo kita mendownload dari internet kita pilih yang berformat .tar.gz tapi disini saya akan menggunakan cara yang kedua yaitu kita download dulu file DHCPnya di internet. Sebab waktu saya praktek pake cara yang ini.hehehe....

Jika males atw susah nyari di internet...kebetulan saya punya filenya...barangkali ingin mendownloadnya bisa klik di sini tapI kemungkinan file tsb suatu saat rusak... jadi nnt nyari dewek ya??

Jika sudah kita download filenya, sekarang kita bisa langsung install DHCPnya...
let go!!!

pertama kita taruh file tersebut di ROOT saja biar gampang..ingat di root!!masalahnya klo beda nanti bisa bingung selanjutnya...klo kita ambil dari flash copy dulu filenya lalu kita taruh di Root...cara mounting flash sudah saya postingkan...

udah di copy blon???klo udah..kita ekstrak file tersebut...misalkan filenya dhcp-3.0.7.tar.gz
caranya:

[root@senopurwo]#tar -zxvf dhcp-3.0.7.tar.gz

klo udah masuk directory file yang sudah diekstrak tadi...

[root@senopurwo]#cd dhcp-3.0.7
[root@senopurwo dhcp-3.0.7]#./configure
[root@senopurwo dhcp-3.0.7]#make
[root@senopurwo dhcp-3.0.7]#make install

dengan begitu DHCPnya sudah terinstall...dan kita tinggal mengkonfigurasinya...
untuk menjalankan DHCP copy file dhcp.conf di /etc

[root@senopurwo]#cp /root/dhcp.conf /etc

sebelum kita melanjutkan...kita install dulu joenya..agar lebih gampang ngedit sana ngedit sini...hehehe...

pertama siapkan cd RedHat nomor 2...ingat nomor 2!! jgn yang laen....
jika sudah masukkan ke cdrom and kita mounting cd tersebut...cara mounting sudah saya posting sebelumnya...klo sudah langsung kita install yuk??!!:D misalkan filenya joe-2.9.7-12.i368.rpm
caranya:

[root@senopurwo]#rpm -ivh /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/joe-2.9.7-12.i386.rpm

jika sudah terinstall kita lanjutkan konfigurasinya....
emm..sekarang kita masuk directory /etc

[root@senopurwo]#cd /etc

lalu kita edit dhcp.conf yang sudah di copy di /etc td...

[root@senopurwo etc]#joe dhcp.conf

maka akan muncul kaya gini.....

ddns-update-style interim; # Required for dhcp 3.0+ / Red Hat 8.0+
ignore client-updates;

subnet 192.168.20.0 netmask 255.255.255.240 {

range 192.168.20.0 192.168.20.15; # Range of IP addresses yang ingin dipakai untuk clients
option subnet-mask 255.255.255.240; # Default subnet mask to be used by DHCP clients
option broadcast-address 192.168.20.15; # Default broadcastaddress to be used by DHCP clients
option routers 192.168.20.1; # Default gateway to be used by DHCP clients
option domain-name "smkn3-tegal.sch.id";
option domain-name-servers 203.89.16.215, 203.89.16.198; # Default DNS yang dipakai untuk clients
# option netbios-name-servers 192.168.1.100; # Specify a WINS server for MS/Windows clients.
# (Optional. Specify if used on your network)

default-lease-time 21600; # Amount of time in seconds that a client may keep the IP address
max-lease-time 43200;

option time-offset -18000; # Eastern Standard Time
# option ntp-servers 192.168.1.1; # Default NTP server to be used by DHCP clients
# option netbios-name-servers 192.168.1.1;
# --- Selects point-to-point node (default is hybrid). Don't change this unless you understand Netbios very well
# option netbios-node-type 2;

# We want the nameserver "ns2" to appear at a fixed address.
# Name server with this specified MAC address will recieve this IP.

# host ns2 {
# next-server ns2.your-domain.com;
# hardware ethernet 00:02:c3:d0:e5:83;
# fixed-address 40.175.42.254;
# }

# Laser printer obtains IP address via DHCP. This assures that the
# printer with this MAC address will get this IP address every time.

# host laser-printer-lex1 {
# hardware ethernet 08:00:2b:4c:a3:82;
# fixed-address 192.168.1.120;
}

host apex-nemen {
option host-name "apex-nemen.com";
hardware ethernet 00:80:1E:12:31:BF;
fixed-address 192.168.20.5;
}

mungkin kita langsung pusing ngliatnya (wuiih gilee..banyak banget konfigurasinya..!!hehehe ) tapi yang akan kita lakukan hanyalah mengatur IP yang nantinya akan dipakai client dan kita pastinya. . .

sekarang mata kita fokuskan pada tulisan berwarna biru pada editan tadi karena itu yang akan kita atur IPnya. . .
jika kita akan menentukan IP yang akan dipakai ...tentukanlah dari yang paling atas sampai kebawah dan dimulai dari angka 0. . . .sebagai contoh :

subnet 192.168.9.0 netmask 255.255.255.240 {
range 192.168.9.2 192.168.9.14 ; # Range of IP addresses yang ingin dipakai untuk clients
option subnet-mask 255.255.255.240 ; # Default subnet mask to be used by DHCP clients
option broadcast-address 192.168.9.15 ; # Default broadcastaddress to be used by DHCP clients
option routers 192.168.9.1 ; # Default gateway to be used by DHCP clients
option domain-name "smkn3-tegal.sch.id";
option domain-name-servers 192.168.9.1, 202.134.0.155, 202.134.2.5; # Default DNS yang dipakai untuk clients

Range adalah Ip yang akan dipakai oleh client dan ip tersebut harus kosong (belum digunakan) sedangkan OptionRouter adalah IP kita sendiri. . .
pada Option domain-name adalah nama domain kita..jika perlu bisa kita rubah...
Oy satu lagi!! pada Option domain-name-servers IP yang pertama kali kita tulis adalah Ip kita sendiri..tujuannya adalah agar IP kita yang pertama kali dipanggil kemudian Ip kedua dan selanjutnya...

jika sudah berez semuanya... sekarang bisa kita save editan kita tadi dengan menekan tombol CTRL+K kemudian X

emm..langkah selanjutnya adalah kita buat file di /sysconfig

[root@senopurwo etc]#joe /etc/sysconfig/dhcp

kemudian kamu tulis DHCPDARGH=eth0 lalu kita save. . .

selanjutnya kita copy file dhcp pada root di init.d

[root@senopurwo etc]#cp /root/dhcp /etc/init.d

kemudian kita restart dhcp yang sudah kita buat tadi...untuk merestart kita masuk ke directory /etc dulu..tapi klo udah masuk y tinggal kita restart aj...

[root@senopurwo]#cd /etc
[root@senopurwo etc]#/etc/init.d/dhcp restart

jika OK semua berarti sudah bisa..tapi klo failed kita touch dulu...

[root@senopurwo etc]#touch /var/state/dhcp/dhcpd.leases

kemudian kita restart lagi...dan seterusnya....

emm AkhIrnya slese jUga....
selamat mencoba!!
goOd LuCk!!

TUTORIAL DHCP

Sebelum kita menginstall DHCP di Redhat, pastikan kita sudah masuk pada super user (Root) setelah itu kita cek dulu apakah DHCPnya sudah terinstall. untuk mengecek bisa kita gunakan perintah:

[root@senopurwo]#rpm -qa|grep dhcp

atau kita juga bisa menggunakan perintah

[root@senopurwo]#rpm dhcp -qa|more

Jika tampil file - file dhcp maka DHCP tersebut sudah terinstall, tapi jika tidak tampil apa - apa berarti DHCPnya belum terinstall.
Untuk menginstall DHCP sendiri ada 2 cara. Yaitu bisa kita install langsung dari cd RedHat nomor 2 atau kita download dulu file DHCP dari internet. Jika kita menggunakan cd formatnya adalah .rpm dan kalo kita mendownload dari internet kita pilih yang berformat .tar.gz tapi disini saya akan menggunakan cara yang kedua yaitu kita download dulu file DHCPnya di internet. Sebab waktu saya praktek pake cara yang ini.hehehe....

Jika males atw susah nyari di internet...kebetulan saya punya filenya...barangkali ingin mendownloadnya bisa klik di sini tapI kemungkinan file tsb suatu saat rusak... jadi nnt nyari dewek ya??

Jika sudah kita download filenya, sekarang kita bisa langsung install DHCPnya...
let go!!!

pertama kita taruh file tersebut di ROOT saja biar gampang..ingat di root!!masalahnya klo beda nanti bisa bingung selanjutnya...klo kita ambil dari flash copy dulu filenya lalu kita taruh di Root...cara mounting flash sudah saya postingkan...

udah di copy blon???klo udah..kita ekstrak file tersebut...misalkan filenya dhcp-3.0.7.tar.gz
caranya:

[root@senopurwo]#tar -zxvf dhcp-3.0.7.tar.gz

klo udah masuk directory file yang sudah diekstrak tadi...

[root@senopurwo]#cd dhcp-3.0.7
[root@senopurwo dhcp-3.0.7]#./configure
[root@senopurwo dhcp-3.0.7]#make
[root@senopurwo dhcp-3.0.7]#make install

dengan begitu DHCPnya sudah terinstall...dan kita tinggal mengkonfigurasinya...
untuk menjalankan DHCP copy file dhcp.conf di /etc

[root@senopurwo]#cp /root/dhcp.conf /etc

sebelum kita melanjutkan...kita install dulu joenya..agar lebih gampang ngedit sana ngedit sini...hehehe...

pertama siapkan cd RedHat nomor 2...ingat nomor 2!! jgn yang laen....
jika sudah masukkan ke cdrom and kita mounting cd tersebut...cara mounting sudah saya posting sebelumnya...klo sudah langsung kita install yuk??!!:D misalkan filenya joe-2.9.7-12.i368.rpm
caranya:

[root@senopurwo]#rpm -ivh /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/joe-2.9.7-12.i386.rpm

jika sudah terinstall kita lanjutkan konfigurasinya....
emm..sekarang kita masuk directory /etc

[root@senopurwo]#cd /etc

lalu kita edit dhcp.conf yang sudah di copy di /etc td...

[root@senopurwo etc]#joe dhcp.conf

maka akan muncul kaya gini.....

ddns-update-style interim; # Required for dhcp 3.0+ / Red Hat 8.0+
ignore client-updates;

subnet 192.168.20.0 netmask 255.255.255.240 {

range 192.168.20.0 192.168.20.15; # Range of IP addresses yang ingin dipakai untuk clients
option subnet-mask 255.255.255.240; # Default subnet mask to be used by DHCP clients
option broadcast-address 192.168.20.15; # Default broadcastaddress to be used by DHCP clients
option routers 192.168.20.1; # Default gateway to be used by DHCP clients
option domain-name "smkn3-tegal.sch.id";
option domain-name-servers 203.89.16.215, 203.89.16.198; # Default DNS yang dipakai untuk clients
# option netbios-name-servers 192.168.1.100; # Specify a WINS server for MS/Windows clients.
# (Optional. Specify if used on your network)

default-lease-time 21600; # Amount of time in seconds that a client may keep the IP address
max-lease-time 43200;

option time-offset -18000; # Eastern Standard Time
# option ntp-servers 192.168.1.1; # Default NTP server to be used by DHCP clients
# option netbios-name-servers 192.168.1.1;
# --- Selects point-to-point node (default is hybrid). Don't change this unless you understand Netbios very well
# option netbios-node-type 2;

# We want the nameserver "ns2" to appear at a fixed address.
# Name server with this specified MAC address will recieve this IP.

# host ns2 {
# next-server ns2.your-domain.com;
# hardware ethernet 00:02:c3:d0:e5:83;
# fixed-address 40.175.42.254;
# }

# Laser printer obtains IP address via DHCP. This assures that the
# printer with this MAC address will get this IP address every time.

# host laser-printer-lex1 {
# hardware ethernet 08:00:2b:4c:a3:82;
# fixed-address 192.168.1.120;
}

host apex-nemen {
option host-name "apex-nemen.com";
hardware ethernet 00:80:1E:12:31:BF;
fixed-address 192.168.20.5;
}

mungkin kita langsung pusing ngliatnya (wuiih gilee..banyak banget konfigurasinya..!!hehehe ) tapi yang akan kita lakukan hanyalah mengatur IP yang nantinya akan dipakai client dan kita pastinya. . .

sekarang mata kita fokuskan pada tulisan berwarna biru pada editan tadi karena itu yang akan kita atur IPnya. . .
jika kita akan menentukan IP yang akan dipakai ...tentukanlah dari yang paling atas sampai kebawah dan dimulai dari angka 0. . . .sebagai contoh :

subnet 192.168.9.0 netmask 255.255.255.240 {
range 192.168.9.2 192.168.9.14 ; # Range of IP addresses yang ingin dipakai untuk clients
option subnet-mask 255.255.255.240 ; # Default subnet mask to be used by DHCP clients
option broadcast-address 192.168.9.15 ; # Default broadcastaddress to be used by DHCP clients
option routers 192.168.9.1 ; # Default gateway to be used by DHCP clients
option domain-name "smkn3-tegal.sch.id";
option domain-name-servers 192.168.9.1, 202.134.0.155, 202.134.2.5; # Default DNS yang dipakai untuk clients

Range adalah Ip yang akan dipakai oleh client dan ip tersebut harus kosong (belum digunakan) sedangkan OptionRouter adalah IP kita sendiri. . .
pada Option domain-name adalah nama domain kita..jika perlu bisa kita rubah...
Oy satu lagi!! pada Option domain-name-servers IP yang pertama kali kita tulis adalah Ip kita sendiri..tujuannya adalah agar IP kita yang pertama kali dipanggil kemudian Ip kedua dan selanjutnya...

jika sudah berez semuanya... sekarang bisa kita save editan kita tadi dengan menekan tombol CTRL+K kemudian X

emm..langkah selanjutnya adalah kita buat file di /sysconfig

[root@senopurwo etc]#joe /etc/sysconfig/dhcp

kemudian kamu tulis DHCPDARGH=eth0 lalu kita save. . .

selanjutnya kita copy file dhcp pada root di init.d

[root@senopurwo etc]#cp /root/dhcp /etc/init.d

kemudian kita restart dhcp yang sudah kita buat tadi...untuk merestart kita masuk ke directory /etc dulu..tapi klo udah masuk y tinggal kita restart aj...

[root@senopurwo]#cd /etc
[root@senopurwo etc]#/etc/init.d/dhcp restart

jika OK semua berarti sudah bisa..tapi klo failed kita touch dulu...

[root@senopurwo etc]#touch /var/state/dhcp/dhcpd.leases

kemudian kita restart lagi...dan seterusnya....

emm AkhIrnya slese jUga....
selamat mencoba!!
goOd LuCk!!

DYNAMIC HOST CONFIGURATION PROTOKOL(DHCP)

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP).



Cara Kerja

Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.

DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.

DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.

Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.

Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.

Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.

Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.

DHCP Scope

DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.

DHCP Lease

DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.

DHCP Options

DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.

Dalam jaringan berbasis Windows NT, terdapat beberapa DHCP Option yang sering digunakan, yang dapat disusun dalam tabel berikut.Nomor DHCP Option Nama DHCP Option Apa yang dikonfigurasikannya
003 Router Mengonfigurasikan default gateway dalam konfigurasi alamat IP. Default gateway merujuk kepada alamat router.
006 DNS Servers Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server
015 DNS Domain Name Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server yang menjadi "induk" dari DNS Server yang bersangkutan.
044 NetBIOS over TCP/IP Name Server Mengonfigurasikan alamat IP dari WINS Server
046 NetBIOS over TCP/IP Node Type Mengonfigurasikan cara yang digunakan oleh klien untuk melakukan resolusi nama NetBIOS.
047 NetBIOS over TCP/IP Scope
Membatasi klien-klien NetBIOS agar hanya dapat berkomunikasi dengan klien lainnya yang memiliki alamat DHCP Scope yang sam